5 Fundamental Menjadi Seorang Content Writer Yang Andal
Blog Hizbun FAY

5 Fundamental Menjadi Seorang Content Writer Yang Andal

Mungkin saat ini lo masih bingung kalo mau jadi Content Writer itu harus punya platform yang bisa mendukung lo menulis konten.

Jadi, content writer itu harus punya blog, ya bang?

Kalo gak punya blog gimana, bang?

Ya, BUAT! BIKIN!

Harus beli, ya? Berbayar, kan?

Sebelum gue jawab “Iya”, lo harus pertimbangkan dulu niat lo bikin blog itu untuk apa?

Buat Blog Pribadi

Iya, gue tahu lo bikin blog untuk bangun personal brand penulis, tetapi bukan berarti di konten ini gue maksa lo untuk beli hosting atau domain, bikin website, lalu blog SEO, dan sebagainya.

Namun, di sini gue cuma mau pastikan aja kalo lo pada serius buat website dan blog, maka “Beli” itu lebih bagus untuk bangun reputasi personal brand penulis lo. Selain terlihat profesional, lo akan mudah bangun reputasi lo sebagai content writer dibandingkan Instagram.

Kemudian, lo pun harus sering-sering merawatnya sampai bisa dapat Ads Sense dan berbisnis dengan client.

Lain halnya kalo lo lebih produktif di Instagram, sedangkan blog hanya opsi kedua untuk bangun personal brand penulis, maka ya silakan! Instagram bagus juga kok sebagai wadah untuk bangun personal brand penulis lo.

Terus, terus…

Habis bikin website dan blog, apalagi bang?

Bangun Konten Untuk Portofolio

Photo by Startup Stock Photos from Pexels

Ya, apa pun ceritanya kalo lo gak punya konten, sama aja kayak lo buat rumah (website) dengan kapasitas yang luas (unlimited hosting), dan alamat yang jelas (domain), tetapi lo gak punya barang (konten) di dalamnya.

Rugi aja udah bangun rumah yang bagus-bagus, tetapi gak dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik. Terus, kalo lo mau tidur atau makan nanti gimana? Di lantai?

Kalo kata Bill Gates, “Konten adalah Raja”. Jadi, ya apa pun platformnya kalo gak ada konten di dalamnya, maka sama aja bohong!

Ibarat konten layaknya kita menanam padi yang ladangnya seluas perusahaan terkenal, lalu tiap bulan kita selalu memeriksanya hingga waktunya panen. Prosesnya memang lama, tetapi sekali panen, kita pasti akan puas mendapatkan pengalamannya.

Namun, kalo kontennya gak enak dikonsumsi, bukannya bisa bikin client nolak untuk percaya dan bertransaksi dengan kita, ya bang?

Setting SEO Friendly

Photo by PhotoMIX Company from Pexels

Betul, di sinilah lo akan butuh yang namanya SEO Friendly. Jujur, gue gak mau ribetin lo dengan istilah ini, tetapi sederhananya gini…

“Kalo lo udah punya konten, maka usahakan seluruh konten lo memiliki sisi yang berkesinambungan antara satu konten dengan konten lainnya, sehingga akan mudah dioptimalkan oleh SEO (Search Engine Optimization) atau mesin telusur. Dengan begini, pembaca pun akan mudah betah dengan konten-konten lo tanpa keluar dari browser”.

Tugas content writer itu memberikan sentuhan positif bagi pembaca agar mereka sadar bahwa konten lo itu dapat menyelesaikan masalah mereka.

Gimana kalo kita belum punya pembaca yang setia baca konten-konten kita, bang?

Campaign Blog di Media Sosial

Photo by Tracy Le Blanc from Pexels

Sebenarnya dengan website SEO saja lo udah bisa mendapatkan pembaca, tetapi kalo lo mau dapat pembaca secara langsung, maka lo pun mesti melakukan campaign (promosi) di media sosial. Apalagi saat ini media sosial sangat mudah dalam mendapatkan traffik, karena aplikasinya yang memanfaatkan sistem algoritma.

Berbicara tentang algoritma, jujur gue bukan ahlinya. Sedangkan yang gue tahu hanya tentang hastag. Untuk mempromosikan website lo secara organik di media sosial, tentunya lo harus mengerti tentang hastag.

Sedangkan untuk mempromosikan website lo secara paid/berbayar, maka lo bisa gunakan Instagram Ads, Facebook Ads, Google Ads, dan sebagainya. Untuk harganya sendiri itu sangat relatif, karena akan disesuaikan dengan budget, waktu, dan target market kita.

Namun, dalam melakukan Ads Campaign tentunya lo harus punya konten menarik yang dapat membuat orang tertarik. Akan tetapi, bagaimana jika lo sebagai content writer ingin menjadi branded writer?

Konsisten Menulis

Photo by Andrew Neel from Pexels

Ketika lo ingin konsisten dalam menulis, maka yang harus lo bangun pertama sekali adala percaya diri. Sedangkan percaya diri itu sendiri bisa lo dapatkan ketika lo sudah membangun self-awareness.

Untuk membangun mencapai tahap self-awareness, tentunya ada tahap yang lebih mendasar yang akan menjadi landasan dalam membangun dua hal tersebut, baik itu confident maupun self-awareness, yaitu mental.

Dalam konten berjudul “Bagaimana Caranya Menjadi Penulis Seutuhnya Meskipun Awalnya Bingung ‎Mau Tulis Tentang Apa?” sebenarnya gue sudah membahasnya secara mendalam.

Namun, bagaimana kalau lo belum punya niat membangun reputasi sebagai Penulis, sedangkan lo mau konsisten menulis? (stay tune di blog hizbunofficial.my.id dan jangan lupa subscribe untuk mendapatkan kontennya di kala terbit)

Mau konsisten menulis?

PAKSA-IN! PAKSA-IN! PAKSA-IN!

Tetap semangat menulisnya, ya? mungkin kamu cuma butuh #SatuMotivasiLagi agar tulisanmu bisa bermanfaat bagi dirimu dan orang lain. Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat! Jangan lupa untuk berlangganan agar terus mendapatkan artikel-artikel menarik lainnya.

Tinggalkan Balasan