Bagaimana Cara Meluluhkan Hati Pembaca Hanya Dengan Modal Kata-kata?‎

Bagaimana Cara Meluluhkan Hati Pembaca Hanya Dengan Modal Kata-kata?‎

Kamu sudah menulis kata-kata yang menarik, tetapi masih jua tak dilirik. Kamu sudah ‎menyajikan data dan informasi yang valid, tetapi tulisannya sering katakan kaku sehingga gak ‎laku? Mungkin itu yang kamu rasakan saat ini.‎

Namun, kamu tahu gak kalo pikiran manusia itu sangat sensitif bila dihadapkan dengan teori-teori orang lain yang tidak selaras. Seperti yang kita tahu bahwa dari masa ke masa, pikiran orang semakin berubah.

Begitu pun perasaan, banyak di antara kita yang mengalami pikiran sensitif dikarenakan perasaan yang campur aduk. Sebenarnya hal ini sangat berpengaruh terhadap tulisanmu, karena perasaan yang campur aduk ini dapat menghancurkan mood tulisanmu.

Selain itu, kamu juga akan mudah terkena penyakit stres yang akan menghentikan konsistensimu dalam menulis. Biasanya stress ini terjadi disebabkan kritik-kritik negatif yang muncul dari pembaca.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, kamu gak perlu untuk membalas kritik-kritik negatif dengan kritik negatif. Padahal yang kamu butuh adalah memberikan mereka sebuah setuhan positif yang terselubung dengan hati.

Udah siap punya tulisan yang berhati meskipun awalnya gak punya tulisan yang tasty? Baca kontennya sekarang!

Memahami perasaan yang dirasakan pembaca

Dalam menyajikan tulisan yang mudah dipahami oleh orang lain, tentunya kamu harus mampu memahami perasaan orang lain. Sebagai penulis, kamu juga dituntut untuk memiliki kata-kata lembut yang melemahkan logika orang lain.

Banyak perasaan yang dirasakan orang lain itu terkadang jarang diketahui oleh penulis, karena penulis terkadang banyak egonya dibandingkan persepsinya. Maka dari itu, penting bagi penulis sepertimu mampu memberikan nilai positif kepada pembaca melalui kata-kata.

Misalnya, kamu ingin menulis sebuah fiksi romantis yang berakhir dengan perpisahan. Maka kamu mesti menutup ceritanya dalam bait-bait kesedihan. Kamu bisa menampilkan sebuah puisi sedih sebagai surat kenangan bagi seorang pasangan yang ditinggalkan.

Baca juga: Waspada! Ini yang akan terjadi pada tulisanmu bila kamu membaca bacaan yang berkualitas

Hindari mengkritik emosi pembaca

Sebagaimana kita tahu bahwa pembaca punya emosi masing-masing dalam menganggapi tulisan kita. Maka dari itu, jangan pernah membalas kritikan pembaca yang mengkritik tulisan kita, karena apa pun yang mereka kritik akan menjadi sumber ide kita nanti.

Untuk menghindari hal tersebut, tentunya kamu harus mampu mengendalikan emosi dirimu sendiri, maka kuasailah menulis dengan gaya bercerita. Dengan begitu, kamu akan mudah menangkal emosi-emosi mereka yang tidak selaras dengan apa yang kamu inginkan.

Setiap pembaca memang punya karakter sendiri dalam mengkritisi penulisnya, tetapi percayalah gak semua pembaca dapat akan mudah mengkritisi tulisanmu dengan benar. Ingat! Tugas utama pembaca adalah mengkonsumsi, bukan mengkritisi.

Merumuskan Kata-kata Yang Dapat Melemahkan Pembaca

Langkah awal yang mesti kamu lakukan adalah menyusun kalimat yang bertentangan dengan emosi pembaca. Mulai dari emosi bahagia, sedih, takut, jijik, dan marah dan rangkumlah dalam sebuah daftar.

Kata-kata tersebut dapat berbunyi seperti ini;

“Gak ada tulisan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanyalah perkataan yang ditulis dalam Al-Qur’an.”

“Aku memang penulis bodoh, tetapi sebodoh-bodohnya diriku, aku masih bersyukur diberikan konsistensi untuk menulis setiap hari.”

“Tulisan ini memang gak bermanfaat, yang bermanfaat itu hanyalah mendapatkan ilmu dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Selain itu, masih banyak kata-kata lain yang dapat digunakan dalam tulisan. Dengan beragamnya emosi, maka kamu pun dapat mengubahnya dalam bentuk yang beragam.

Jangan Terlalu Sensitif! Ambil Jalan Positif

Rangsangan sensitif memang sering timbul dalam kondisi negatif. Namun, jika kamu tetap berkeras hati dengan mengambil jalan negatif pula, maka jangan heran kalau kamu akan terpengaruh dengan sifat negatif.

Sebenarnya menanggapi kritik pembaca yang negatif itu tidak mesti kamu tanggap. Selain dapat menurunkan kadar mentalmu sebagai penulis, kamu juga akan mudah diserang oleh penyakit overthinking.

Oleh karena itu, kamu harus mampu mengambil jalan positif yang dapat membawamu ke jalan yang lebih perspektif. Dengan mengalihkan kegiatan ke hal-hal yang positif, maka pikiranmu pun akan semakin inisiatif.

Menjadi Penulis Komunikatif

Banyak penulis yang mampu mengemukakan tulisannya secara positif, tetapi gak banyak penulis yang mampu mengemukakan tulisannya secara komunikatif. Berbicara tentang komunikatif, penulis memang tidak terlepas dari kata-kata yang easy going dengan pembaca.

Semakin banyak tulisan yang kita tulis secara komunikatif, maka semakin banyak pula pembaca yang suka membacanya secara inisiatif. Inilah yang disebut dengan Dampak Persuasif.

Penulis yang menulis sebuah tulisan yang kata-katanya seakan-akan dia berbicara langsung dengan pembacanya akan mudah mendapatkan kepercayaan pembaca. Padahal hanya dengan modal kata-kata, kini kamu bisa memberikan sisi positif yang lebih mengena di hati pembaca.

Tetap semangat menulisnya, ya? mungkin kamu cuma butuh #SatuMotivasiLagi agar tulisanmu bisa bermanfaat bagi dirimu dan orang lain. Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat! Jika merasa tulisan ini bermanfaat, jangan lupa untuk dibagikan dan komentar di bawah, ya.

Yuk, berlangganan terus artikelnya untuk mendapatkan artikel menarik lainnya.

Tinggalkan Balasan