Bagaimana Cara Memasarkan Buku Dengan Laris Meskipun Awalnya Tidak Mampu ‎Menulis Promosi Yang Manis?‎

Bagaimana Cara Memasarkan Buku Dengan Laris Meskipun Awalnya Tidak Mampu ‎Menulis Promosi Yang Manis?‎

Mungkin saat ini kamu susah menjual buku/tulisanmu sesuai dengan target pembaca, atau susah mendapatkan jangkauan pembaca yang banyak, karena target buku/tulisanmu itu sangat anti-mainstream. Jika benar, maka konten ini akan menjadi titik awal yang dapat membuka peluangmu untuk mendapatkan target pembaca yang sesuai.

Dalam dunia marketing, ilmu Copywriting memang salah satu unsur yang paling penting yang dapat meningkatkan penjualanmu, terutama dalam bisnis buku ini. Sebagaimana buku adalah gurunya penulis di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Sedangkan ilmu copywriting ini mampu mempromosikan bukumu hanya dengan modal kata-kata.

Oleh karena itu, bila ada buku yang tidak laris dibeli akan menghambat kebermanfaatanmu sebagai penulis. Namun, bila di zaman digital saat ini banyak buku yang terjual laris di pasar disebabkan, karena personal brand penulis yang tersebar. Hal ini membuktikan bahwa digital sangat mempengaruhi dalam peningkatan market pembaca.

Sedangkan kita tahu bahwa pembaca yang datang ke toko buku offline merupakan pembaca yang sedang membutuhkan sebuah buku yang sesuai dengan tema atau judul yang dimaksud. Berbeda dengan pembaca yang datang ke toko online, pembaca ini biasanya terpengaruh dengan budaya membaca buku yang teruji favorit dari penulisnya.

Maka dari itu, kasus di atas sangat meresahkan penulis pemula dalam menyebarkan karyanya di seluruh toko buku. Sebagaimana kita tahu bahwa tidak seluruh penulis, bahkan pemula pandai dalam mempromosikan karyanya dalam bentuk copywriting. Berikut ini merupakan cara yang efektif untuk memasarkan bukumu secara Hard Selling.

Kenapa Hard Selling? Karena mempromosikan bukumu secara langsung, maka dapat meningkatkan penjualan sebuah buku secara interaktif dan juga meningkatkan kepercayaan pembaca kepadamu secara langsung tanpa harus menulis cerita panjang lagi sebagai bahan promosi. Yuk, baca artikelnya sekarang!

Waktu Bagaikan Uang dan Pedang

Begitulah kata bangsa Arab dan Inggris, jika kamu tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, maka peluang jual bukumu pun akan langka. Maka dari itu, kamu harus mampu memilah-milah waktu yang tepat dalam menjual produk bukumu.

Misalnya, bulan Desember ini kamu akan mengadakan festival dengan tema kesenian. Maka dalam kesempatan ini kamu bisa menjual buku-buku yang relevan dengan budaya dan seni. Selain itu, karena Desember merupakan bulan penghujung tahun, maka kamu bisa menambahkan diskon besar dengan promo akhir tahun.

Tempat Acara Favorit

Bila bukumu termasuk jenis buku yang tidak cocok dengan segala waktu dan acara yang diadakan oleh kalangan masyarakat, maka tempat ini merupakan hal yang mesti kamu pertimbangkan dalam menjual produk bukumu. Sebagaimana yang kita tahu bahwa buku punya market masing-masing dalam menentukan pembacanya.

Misalnya, bukumu bergenre faksi dan kandungannya menceritakan tentang pengalamanmu yang kerap memiliki perjalanan hidup yang menarik diceritakan. Nah, dalam hal penjualan buku seperti ini tidak bisa sembarang dijual di sebuah festival atau pameran.

Namun, faktanya buku yang bergenre faksi ini banyak dijual di market place buku terbesar dan laris, karena personal brandnya yang manis. Artinya apa? Di sini baru kamu sadar bahwa orang beli bukumu, karena personal brandnya yang menarik dan berujung pada bukunya yang naik trafik.

Acara Launching Keren

Kamu pernah terbayang gak sih bisa buat acara bergengsi di setiap launching bukumu? Pastinya dong! Untuk merancang program acara seperti ini, kamu harus punya yang namanya Personal Brand sebagai Penulis. Kamu mau kan kalau bukumu bisa terjual laris dalam sekejap?

Nah, bagaimana jika kamu belum punya personal brand, tetapi kamu tetap bisa merangkul pembaca? Rancanglah sebuah seminar yang mampu mendatangkan pembaca yang tertarik dengan alasan pembahasan dan tema seminarmu menarik dan relevan dengan buku yang akan dipromosikan.

Seminar itu bisa berupa program dari sebuah organisasi atau lembaga, sehingga kamu diharuskan mampu bekerja sama dengan pihak-pihak tersebut. Terlebih lagi jikalau kamu adalah orang yang tergabung dalam pihak-pihak tersebut, maka kamu pun dapat lebih mudah dipercaya secara internal maupun eksternal.

Gunakan Teknik Up Selling

Meskipun trik di atas adalah trik yang berbasis offline  semua, tetapi tenang! Kamu tetap bisa kok menggunakannya di daring. Seperti Up Selling ini, kamu bisa meletakkan setiap link yang menuju ke kontak pemesanan bukumu di dalam artikel atau pun konten yang kamu tulis di sosial media.

Namun, ingat! Konten atau artikelnya harus tetap relevan dengan tema atau judul bukumu, sehingga pembaca gak bingung nantinya ketika melihat isi bukumu yang gak selaras dengan artikelnya. Walaupun teknik ini hanya bermodalkan link, tetapi bukumu sudah termasuk dijual secara langsung, lho!

Bagikan dalam Grup Menulis

Di zaman sekarang ini, memang sudah banyak komunitas-komunitas menulis yang bergerak di dunia literasi ini membuka peluang kepada seluruh masyarakat Indonesia yang bermimpi menjadi Penulis dan mendapatkan penghasilan dari sana. Maka dari itu, bergabung dalam grup ini sangat penting sekali dilakukan.

Selain dapat menawarkan buku sendiri kepada pembaca, kamu juga dapat menambah wawasan tentang penulisan buku dari berbagai jenis prosa dan puisi. Namun, jangan lupa juga bahwa relasi merupakan hal utama yang mampu melancarkan bisnis bukumu.

That’s it, lima hal yang bisa kamu lakukan untuk menjual bukumu secara laris apabila kamu belum bisa menulis tulisan promosi yang manis. Saran saya, kamu harus secepatnya deh mampu menulis tulisan promosi, karena bila kamu tidak bisa maka di zaman 2021 mendatang ilmu ini akan semakin meluas dan selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama penjualan atau bisnis.

Tetap semangat menulisnya, ya? mungkin kamu cuma butuh #SatuMotivasiLagi agar tulisanmu bisa bermanfaat bagi dirimu dan orang lain. Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat! Jangan lupa untuk berlangganan agar terus mendapatkan artikel-artikel menarik lainnya.

Tinggalkan Balasan