Bagaimana Caranya Agar Punya Waktu Khusus Untuk Menulis?

Bagaimana Caranya Agar Punya Waktu Khusus Untuk Menulis?

Kamu masih bingung bagaimana caranya agar kegiatan sehari-harimu gak tercampur aduk dengan kegiatan menulismu? Bagaimana jika sebenarnya kamu sudah pro dalam hal menulis, tetapi kamu masih saja susah menentukan waktu terbaik untuk menulis? Jika kamu menemukan artikel ini, berarti kamu termasuk orang yang beruntung dan InsyaAllah berpeluang membangun personal branding dari tulisanmu.

Sebelumnya kamu sudah pernah buat jadwal untuk menulis, belum? Atau kamu sudah membuat jadwalnya, tetapi masih saja berantakan karena susah banget konsistennya dan sering timbul rasa malas bila jarang menulis.

Sebenarnya menulis bukan hanya tentang bagaimana cara kamu mengolah kata-kata menjadi bagus dan renyah saat dibaca oleh orang lain, tetapi juga kamu harus mampu memanajemen waktu semaksimal mungkin sehingga pembaca gak karuan lagi menunggu-tunggu tulisanmu. Penasaran bagaimana caranya?

Yuk, praktikkan tulisan ini sampai habis!

Pisahkan Kegiatan VIP

Biar gak karuan, mending kamu pisahkan dulu kegiatan yang kamu anggap sangat penting dan tidak boleh terlewatkan begitu saja sehingga kamu akan mudah mengaturnya saat mulai menulis. Jangan sampai kegiatan VIP itu mempengaruhi pikiranmu, karena akan berakibat gagal konsentrasi saat menulis dilakukan.

Konsentrasi inilah yang kamu butuhkan saat mulai menulis, tanpa konsentrasi maka kegiatan menulismu 20% gagal! Maka tak heran banyak penulis di luar sana yang memakai prinsip dalam tulisannya dan memilah-milah kebutuhannya. Ada tiga hal penting yang harus kamu perhatikan dalam mulai menulis, yaitu Komitmen, Konsentrasi, dan Konsistensi.

Mengatur Daftar Ide Tulisan

Sebenarnya cara ini cocok banget buat kamu yang sering mentok ide saat mau tulis, karena terkadang saat kamu mulai menulis dan di saat itu pula kamu memikirkan ide tulisanmu. Sayangnya cara ini gak efektif untuk dipraktikkan dalam dunia kepenulisan, karena kebanyakan ide yang didapatkan penulis bukan dari sebanyak apa yang dia pikirkan, tetapi bagaimana cara dia memikirkan dan merealisasikan.

Efektivitas ini telah teruji oleh banyak penulis, seperti Michella FP. Penulis buku “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” atau disingkat NKCTHI. Menurutnya, ide tulisan dari bukunya laris manis tersebut ia dapatkan dari banyaknya penglihatan, pendengaran dan perasaan yang dilakukan sehingga berdampak dalam proses pemikiran.

Merangkai Kerangka Tulisan

Terkadang banyak juga penulis terutama pemula yang sering keroyokan dengan kerangka tulisan yang ingin digarap. Pasalnya, gak semua penulis rajin membuat kerangka ini untuk tulisannya karena memang ada sebagian penulis menganggap ini akan memperlambat mereka dalam memulai sebuah tulisan.

Namun, di sisi lain membuat kerangka ternyata dapat menghemat waktu kamu dalam memulai sebuah tulisan. Jadi, gak ada salahnya bila kamu membuat kerangka terlebih dahulu sebelum beranjak menulis, karena sebaik-baik tulisan adalah tulisan yang jelas dan memiliki kesempurnaan jalan pada ceritanya.

Mengedit Tulisan Sendiri/Self-Editing

Sesaat kamu menulis tulisannya, kadang ada saja yang membuatmu takut salah kata atau makna maupun tata bahasanya yang kurang tepat sehingga memacu kamu untuk melihat yang kedua kalinya. Padahal cara itu akan membuatmu memperlambat gerakan menulis, karena penulis seperti ini biasanya masih sangat pemula sehingga wajar.

Sebenarnya agar kamu terhindar dari itu semua, kamu hanya perlu satu perintah, yaitu “Lihat ke Depan!”Layaknya kehidupan, jika kita sering melihat ke belakang, maka kapan kita akan maju? Jadi, memperbaiki itu urusan belakangan dan bila kamu juga berkeras hati untuk mengedit tulisannya saat menulis, maka tunggu saja tulisanmu tidak akan pernah selesai.

Tetap semangat menulisnya, ya? mungkin kamu cuma butuh #SatuMotivasiLagi agar tulisanmu bisa bermanfaat bagi dirimu dan orang lain. Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat! Jangan lupa untuk berlangganan agar terus mendapatkan artikel-artikel menarik lainnya.

Tinggalkan Balasan