Bagaimana Caranya Menjadi Penulis Seutuhnya Meskipun Awalnya Bingung ‎Mau Tulis Tentang Apa?‎

Bagaimana Caranya Menjadi Penulis Seutuhnya Meskipun Awalnya Bingung ‎Mau Tulis Tentang Apa?‎

Kamu pernah gak sih merasa bingung mau tulis tentang apa? Padahal dari tadi sudah cari ide pokoknya. Bahkan untuk mendalami suatu ide saja, kamu sampai berhari-hari memikirkannya dan mencari cara untuk berpikir bagaimana caranya mendapatkan ide yang benar-benar mewah.

Mungkin meraih sebuah ide memang sulit untuk dilakukan, tetapi menulis tentang sesuatu yang kamu suka akan mudah dilakukan. Memang jarang orang menulis tanpa ide, tetapi lebih jarang lagi orang yang punya banyak ide dapat menulis langsung dengan leluasa. Sebenarnya yang kamu butuh itu bukan ide, tetapi mental.

Bagaimana seseorang bisa menulis sebuah buku hanya dalam satu bulan, bahkan kurang dari satu bulan? Ini semua adalah perihal mental seseorang dalam menulis.

Ya, mental. Mental inilah yang membangun pribadi seorang penulis. Mulai dari komitmen, cara menemukan ide dengan cepat, hingga bagaimana cara seseorang dapat konsisten dengan tepat.

Dalam dunia penulisan, tentunya kamu tahu bagaimana cara memosisikan dirimu sebagai penulis, tetapi gak banyak orang yang dirinya dianggap sebagai penulis. Kenapa? Padahal jikalau kamu ditantang untuk menjadi seorang penulis hanya dalam beberapa hari, pasti kamu langsung mampu melakukannya.

Namun, mengapa masih banyak juga penulis yang kehilangan jabatannya sampai sekarang ini? Jawabannya adalah kurangnya mentalitas. Banyak penulis yang kapasitas dirinya tidak cukup menjadikan dirinya seorang penulis, sehingga mentalnya pun berkurang dan tidak dapat menjanjikan sebuah bukti yang pasti.

Sebelum lanjut membaca artikelnya…

Kamu mesti tahu dahulu bahwa Satu Persen sebagai startup pendidikan mengajarkan tentang pengetahuan dan kemampuan penting dalam hidup yang belum diajarkan di sekolah dan masyarakat luas.

Jadi, buat kamu yang ingin belajar bagaimana cara mengetahui potensi diri, mengatasi masalah diri dan lingkungan, hingga bagaimana caranya agar terus berkembang dan belajar seumur hidup, maka kamu harus percayakan kepada ahlinya, yaitu Satu Persen.

Selain itu, Satu Persen juga menyediakan mulai dari Webinar, Mentoring, Konseling, dan Kelas Online yang mampu mengembangkan mental dirimu menjadi lebih baik lagi, terutama dalam menulis.

Oleh karena itu, kamu gak bisa selalu stuck di ide menulis yang sama dan kamu berhak dan butuh untuk terus berkembang setiap harinya. Bersama Satu Persen, kamu akan mudah menjalani hidup menuju #hidupseutuhnya.

Dalam artikel ini, ada tujuh hal yang mesti kamu paham dalam membangun kapasitas dirimu sebagai Penulis hebat dan bermental kuat. Yuk, baca artikelnya sekarang!

Mengenal Mentalitas

Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash

Menurut KBBI, mentalitas adalah keadaan dan aktivitas jiwa atau batin, cara berpikir, dan berperasaan. Sedangkan beberapa tokoh ahli, sepertiKoentjaraningrat mengatakan bahwa mentalitas bukanlah sebuah istilah ilmiah.

Istilah “mentalitas” berarti keseluruhan isi dan kemampuan alam pikiran dan alam jiwa manusia dalam merespons lingkungannya. Istilah “mentalitas” ini mencakup sistem nilai budaya dan sikap mental.

Layaknya menulis, bukanlah hanya tentang bagaimana cara kamu meracik tulisan yang bagus atau bernilai, tetapi juga mental. Bagaimana cara kamu bisa memosisikan dirimu sebagai Penulis yang bermoral.

Untuk menjadi Penulis yang seutuhnya bermoral, maka pastikan mulai dari jiwa, cara berpikir, dan berperasaan itu sudah berubah. Berubah di sini bukan berarti menukarnya dengan orang lain, tetapi berkembang.

Berkembang merupakan arti sesungguhnya dari sebuah mentalitas. Mentalitas yang baik adalah perkembangan yang baik. Sebagaimana perkembangan akan berarti apabila seseorang mampu memahami kapasitas diri sendiri.

Mengetahui Kapasitas Diri

Photo by Steven Houston on Unsplash

Terkadang memang ada di antara kita ketika melihat sebuah pekerjaan, kita langsung merasa mampu untuk melakukannya dengan mudah. Padahal kita hanya merasa mampu, bukan berarti mampu.

Sebagaimana “merasa mampu” ini biasanya terlahir dari persepsi kamu yang terkadang muncul di saat pikiranmu tidak lagi selaras dengan hati. Maka dari itu, seharusnya kata “merasa mampu” ini tidak menjadi patokanmu saat menulis.

Persepsi memang mudah dalam mengubah pandanganmu terhadap sebuah objek. Makanya dalam mengenali sebuah objek, kamu harus mampu berpikir kritis dan mengetahui alasan terkuat yang terpendam dalam dirimu.

Oleh karena itu, “merasa mampu” sebaiknya cepat-cepat kamu hindari, karena biasanya kata “merasa mampu” ini muncul spontan dari hati dan bukan dari pikiran yang diolah dengan matang.

Namun, apabila kata “merasa mampu” itu tetap terjadi, maka satu-satu jalan atau solusi yang dapat kamu lakukan adalah membangun bagaimana cara memilah pikiran yang tepat dengan hati yang terawat.

Membangun Cara Berpikir Yang Tepat

Photo by Franciele da Silva on Unsplash

Dalam menulis, berpikir merupakan unsur yang sangat penting untuk membangun dan mengembangkan ide yang nantinya akan dituangkan dalam sebuah gagasan. Maka dari itu, kamu butuh membangun pikiran yang tepat dalam menulis.

Selain pikiran, hati juga merupakan unsur yang sangat penting dalam melunakkan ide-ide liar yang keluar dari pikiran. Makanya di sini kamu harus mampu menggabungkan isi pikiran dan isi hati.

Untuk menggabungkan isi pikiran dan hati, sebaiknya kamu juga menyaring perkataan-perkataan hati yang spontan berbunyi. Berbeda dengan pikiran, biasanya perkataan otak yang meskipun keras, tetapi faktanya tetap berbunyi deras.

Di sinilah logika bermain dengan perasaan, kamu akan menulis dengan merasakan dua sisi perspektif yang berbeda dalam satu peran yang sama. Makanya kamu mesti menggabungkan kedua perspektif tersebut agar memiliki peran yang sama dengan tujuan yang berbeda.

Jadi, bagaimana cara menggabungkan keduanya? Sedangkan kita tahu bahwa kedua-duanya memiliki tujuan sendiri yang telah ditetapkan oleh sang Mahakuasa. Ada satu hal yang mesti kamu hindari agar pikiran dan  hati tetap sejalan yaitu, memikirkan segala sesuatu yang berlebihan alias khawatir secara berlebihan.

Baca juga : Growth Mindset: Kepribadian Itu Ternyata Bisa Diubah

Menghindari Overthinking

Photo by Marco Allegretti on Unsplash

Istilah Overthinking ini memang termasuk sebuah perilaku yang memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Itu artinya, pikiranmu tengah dipicu oleh adanya kekhawatiran akan suatu hal, mulai dari masalah sepele dalam kehidupan sehari-hari, masalah besar, hingga trauma di masa lalu, yang membuat kamu tidak bisa berhenti memikirkannya.

Hati itu sangat lunak dalam menciptakan emosi, sehingga sangat mudah mempengaruhi pikiranmu, terutama terhadap kekhawatiran tersebut. Makanya dalam menyelaraskan pikiran dan hati, kamu harus pandai menguasai emosimu sendiri.

Tidak ada seorang pun yang mampu menguasai emosinya sendiri hingga dia tahu tentang permasalahan apa saja yang dia miliki. Nah, apa saja permasalahanmu dalam menulis?

Setelah mengetahui permasalahan tersebut, jangan malah cari strategi untuk mengatur emosi, tetapi carilah solusi dan motivasi agar ketika kamu menulis tetaplah terinspirasi. Menulis tidak selalu berkenaan dengan emosi, meskipun sebentar, tetapi pasti.

Baca juga : Arti Overthinking: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ada sebuah pepatah berkata, “Manusia hebat adalah manusia yang bisa mengendalikan diri saat dikuasai amarah, tenang saat dipermalukan, tersenyum saat diremehkan.” Itu artinya, kamu harus mampu mengendalikan emosimu agar mampu berdamai dengan dirimu sendiri.

Menguasai Story Telling

Untuk mengalahkan diri sendiri, tentunya kamu harus mampu menguasai bahasa dengan gaya bercerita. Seperti yang kita tahu bahwa seseorang yang menguasai hal tersebut, maka dapat mengendalikan emosi yang ada dalam pikirannya.

Oleh karena itu, tak heran bila ada beberapa penulis yang bahasanya masih kaku, sehingga susah diterima oleh pembacanya. Selain bosan, bahasa kaku juga sering membuat pembaca mempermasalahkan istilah-istilah rumit di dalamnya.

Pembaca pun tidak segan-segan menganggap penulis tersebut adalah seorang yang jiwa mentalnya masih belum matang. Namun, hal ini kembali lagi kepada penulis yang menarget market pembacanya siapa.

Penulis yang baik adalah penulis yang memiliki target dan strategi market pembaca yang jelas. Maka dari itu, penulis harus memahami terlebih dahulu target pembaca yang sesuai dengan story telling tulisannya.

Selain itu, menulis story telling juga dapat membantu penulis dalam menyelesaikan masalahnya yang terkadang rumit untuk diceritakan. Layaknya diary, tulisannya memiliki gaya bercerita yang sangat khas.

Menjadi Penulis Yang Hebat

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Penulis yang hebat adalah penulis yang mampu berdamai dengan dirinya sendiri dan mampu melawan segala masalah, baik yang datang dari tulisannya, dirinya sendiri, maupun orang lain. Di tahap ini, emosi bukan lagi alasan yang menjadikan penulis berhenti menulis, kecuali takdir.

Kamu yang sudah mencapai pada tahap ini adalah kamu yang selalu mengutamakan visi dan misi menulis secara permanen, sehingga kamu tidak pernah mengeluh dan mempersoalkan lagi tentang menulis.

Menulis adalah gaya hidup bagi penulis hebat, tanpa menulis maka dirinya akan terasa hampa dan mati. Apa pun keadaan yang terjadi, menulis adalah identitas dan berpikir adalah prioritas.

Selain itu, penulis pun akan susah mengungkapkan alasannya untuk menunda menulis. Sebagaimana penulis hebat adalah harapan terbesar bagi pembacanya.

Menulis itu baik, berpikir lebih baik. Kebijaksanaan itu baik, sabar lebih baik. – Herman Hesse.

Memiliki Pembaca Yang Setia

Setelah kamu mampu menjadi Penulis yang hebat, maka kini saatnya kamu mesti punya pembaca yang selalu setia menemani tulisan. Apa pun genre tulisanmu dan bagaimana pun kamu menulisnya, maka mereka akan selalu haus akan tulisanmu.

Berbeda dengan pembaca yang banyak, pembaca yang setia adalah wujud asli yang menerima kebaikan tulisanmu. Di sinilah mentalmu mulai kuat.

Kamu mulai didukung oleh mereka setiap waktu. Bila ada seorang pembaca asing yang membaca tulisanmu, kemudian ia membencinya, maka bersiaplah untuk berhadapan dengan pembaca setiamu.

Selain itu, kamu juga akan mudah menyajikan tulisan yang sesuai dengan kesukaan mereka. Dengan begitu, pembaca pun akan semakin royal dengan tulisanmu.

Nah, setelah kamu baca artikel ini…

Setidaknya kamu sudah memiliki arah dan tujuan dalam menulis, sehingga kamu gak bingung lagi mau tulis apa, karena kamu sudah tahu ingin menjadi Penulis yang bagaimana.

Namun, bagi kamu yang masih mengalami keterbelakangan mental saat menulis, maka kamu butuh mengembangkan dirimu dengan sebaik-baiknya. Bersama Mentor dan Psikolog Satu Persen, maka kamu dapat mengolah berbagai topik pengembangan diri.

Selain itu, Satu Persen juga menyediakan layanan konsultasi dengan mentor untuk membantu mengidentifikasi dan menemukan solusi mengenai masalah kehidupanmu. Jangan sampai gara-gara banyak masalah yang kamu tampung setiap harinya membuatmu frustrasi.

Tidak hanya itu, Satu Persen juga menyediakan layanan belajar online yang dapat digunakan oleh peserta untuk mendapatkan pembahasan mendalam terkait pengembangan diri yang bisa diakses kapan saja.

Yuk, mulai dari sekarang percayakan semua kepada ahlinya dan dapatkanlah hidup yang seutuhnya!

#hidupseutuhnya #mentalitas #personalbrandforwriter #SatuPersenBlogCompetition

Referensi:

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Mentalitas

https://kaltim.prokal.co/read/news/84528-mentalitas-bangsa-harus-diperbaiki#:~:text=Menurut%20Koentjaraningrat%2C%20istilah%20%E2%80%9Cmentalitas%E2%80%9D,nilai%20budaya%20dan%20sikap%20mental.

https://www.alodokter.com/hati-hati-dampak-overthinking-bisa-berakibat-fatal#:~:text=Overthinking%20adalah%20istilah%20untuk%20perilaku,kamu%20tidak%20bisa%20berhenti%20memikirkannya.

This Post Has 2 Comments

  1. Indah Mutiara Putri

    Hai, saya yang kemarin minta link tulisan ini di KMO grup ... Kerennya kamu 👏👏👍✨

    Tulisannya natural, isinya unik dan pesan moralnya sinkron banget dengan channel youtube satu persen. Btw kita sevibrasi deh kayaknya, saya juga subscriber satu persen yang secara perlahan menyerap pembelajaran dari channel tersebut.

    Aniway sama-sama suka psikologi dan tulisan ini bagus, saya termotivasi dengan sangat. Kini melihat dari perspektif berbeda. Kamu cerdas. Terima kasih ya sudah berbagi inspirasi, sukses untuk Hizbun Fay ✨🤲

    1. admin_hizbun

      Sama-sama kak Indah, semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan 🤗 Sukses terus buat kak Indah 😊

Tinggalkan Balasan